FIK UPNVJ – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi serta penyempurnaan sistem penilaian kinerja dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Komitmen tersebut dibahas dalam rapat peningkatan kompetensi dan penilaian kinerja pegawai yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026.
Rapat ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Ketua Jurusan, para Koordinator Program Studi, serta perwakilan Tata Usaha. Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan pengelola akademik ini menunjukkan keseriusan fakultas dalam menyusun kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi.
Dalam rapat tersebut, Dekan menegaskan bahwa penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi dosen menjadi perhatian utama pimpinan. Selain itu, peningkatan kompetensi dinilai sebagai faktor penting dalam mendukung kinerja pegawai, baik dari sisi pendidikan maupun administrasi. Upaya yang dilakukan antara lain dengan mendata dosen yang telah mengikuti pelatihan serta memastikan pemerataan kesempatan peningkatan kompetensi, kecuali bagi dosen yang secara pribadi menolak.
Lebih lanjut, Dekan juga mendorong penyusunan matriks atau alat ukur penilaian kinerja pegawai yang terstandar. Rencana ini akan mengacu pada model yang telah diterapkan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan target dapat diusulkan ke tingkat universitas setelah melalui pembahasan bersama para Wakil Dekan II. Apabila telah disepakati, implementasi kebijakan tersebut direncanakan akan melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai narasumber dalam proses sosialisasi.
Sementara itu, Wakil Dekan II menyoroti bahwa program peningkatan kompetensi pegawai telah berjalan, namun masih terdapat tantangan, khususnya dalam pengelolaan anggaran untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Penilaian Kinerja (PK). Ia menekankan pentingnya pemetaan mata kuliah yang menjadi kendala, sehingga pelatihan dapat diarahkan secara tepat sasaran. Selain itu, dosen diharapkan mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan kompetensi, bukan sekadar untuk memperoleh sertifikat.

Dalam hal penilaian kinerja, disampaikan pula bahwa belum adanya pedoman baku di tingkat universitas menyebabkan penilaian cenderung subjektif. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan pedoman dan matriks penilaian yang memiliki dasar hukum jelas serta berlaku seragam di seluruh fakultas.
Ketua Jurusan turut melaporkan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 33 dosen telah mengikuti pelatihan kompetensi, sesuai dengan target yang ditetapkan. Khususnya pada bidang pemrograman, sebagian besar dosen telah mendapatkan peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan.
Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Akademik menambahkan bahwa jumlah mata kuliah yang cukup banyak belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan dosen. Untuk itu, kurikulum 2024 direncanakan akan disederhanakan guna menyesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas sumber daya yang ada. Selain itu, pada tahun 2026 juga direncanakan penambahan sekitar lima dosen baru untuk memperkuat proses pembelajaran.
Melalui rapat ini, Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jakarta menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola sumber daya manusia yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
