FIK-UPNVJ, Jakarta, 10 Agustus 2026 – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terus memperkuat kualitas pembelajaran dan kapasitas akademik dosen melalui kegiatan Pembekalan Metode Pembelajaran, Penyusunan RPS, Materi Ajar, Evaluasi Pembelajaran, dan Video Pembelajaran Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 08.00–16.00 WIB, bertempat di Lab FIK 201–202, Gedung Ki Hajar Dewantara, Fakultas Ilmu Komputer (FIK) UPN “Veteran” Jakarta, menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan dan kebutuhan pembelajaran modern.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Widya Cholil, MIT, Kepala Jurusan Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jakarta. Pembekalan menghadirkan Musthofa Galih Pradana, M.Kom., Kepala Pusat e-Learning LPMPP UPNVJ, sebagai narasumber yang memberikan paparan mengenai penguatan pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), pengelolaan sumber belajar digital, aktivitas pembelajaran, asesmen, serta mekanisme monitoring pembelajaran.
LMS Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Materi
Dalam paparannya, Musthofa Galih Pradana menekankan bahwa pemanfaatan LMS tidak semestinya berhenti pada aktivitas mengunggah materi perkuliahan. LMS perlu dikembangkan sebagai ekosistem pembelajaran digital yang mampu mendukung keseluruhan proses pembelajaran, baik pada skema pembelajaran daring maupun pembelajaran bauran.
Menurutnya, ketersediaan materi dan video pembelajaran merupakan bagian penting dari standar minimal pengelolaan LMS. Namun, kualitas pemanfaatan LMS perlu dilihat lebih jauh melalui keberadaan learning activities, assessment, feedback, dan rekam jejak aktivitas pembelajaran.
Konsep tersebut menempatkan LMS bukan hanya sebagai repository bahan ajar, tetapi sebagai instrumen yang dapat mendokumentasikan proses pembelajaran secara lebih komprehensif.
“Pembelajaran online tidak sekadar memindahkan materi kuliah ke LMS. Harus tersedia resource, aktivitas pembelajaran, asesmen, dan feedback sehingga proses belajar mahasiswa dapat berlangsung dan dimonitor secara sistematis,” demikian inti paparan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dari Resource Menuju Learning Evidence
Salah satu aspek penting yang dibahas adalah bagaimana aktivitas pembelajaran pada LMS dapat menjadi learning evidence atau bukti keterlaksanaan pembelajaran.
Dalam pendekatan tersebut, proses pembelajaran dapat dirancang melalui rangkaian:
Learning Resource → Learning Activity → Assessment → Feedback → Monitoring.
Learning resource dapat berupa modul, materi presentasi, video pembelajaran, maupun referensi. Selanjutnya, mahasiswa diarahkan untuk melakukan aktivitas seperti assignment, quiz, forum diskusi, case study, proyek, latihan, maupun aktivitas pembelajaran lainnya.
Aktivitas tersebut kemudian menghasilkan bukti pembelajaran yang dapat dinilai dan diberikan umpan balik oleh dosen.
Pendekatan ini sekaligus memperkuat prinsip bahwa keberhasilan pembelajaran digital tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang tersedia, tetapi dari sejauh mana mahasiswa berinteraksi dengan materi, melakukan aktivitas, memperoleh asesmen, dan mendapatkan feedback.
Memperkuat Pembelajaran Bauran
Paparan juga membahas pengembangan pembelajaran bauran (blended learning) sebagai salah satu alternatif dalam penyelenggaraan pembelajaran di perguruan tinggi.
Skema pembelajaran bauran memungkinkan sebagian proses pembelajaran berlangsung secara tatap muka dan sebagian lainnya dilakukan secara asinkron melalui LMS. Salah satu skema yang diperkenalkan adalah pembagian 7 kali pembelajaran sinkron/tatap muka dan 7 kali pembelajaran asinkron melalui LMS untuk 14 pertemuan efektif.
Skema tersebut dapat menjadi alternatif strategis bagi program studi dan fakultas dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang, fasilitas pembelajaran, serta sumber daya akademik, tanpa mengurangi ketercapaian capaian pembelajaran.
Dengan dukungan LMS, pembelajaran asinkron juga dapat dirancang agar mahasiswa memiliki kesempatan belajar secara lebih fleksibel melalui materi, video, aktivitas, dan asesmen yang telah disiapkan dosen.
Produksi Video Pembelajaran Diperkuat
Selain LMS, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap video pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar digital.
Pusat e-Learning LPMPP UPNVJ memiliki dukungan tim produksi yang dapat membantu dosen dalam menyiapkan video pembelajaran, khususnya untuk kebutuhan pembelajaran bauran. Produksi dilakukan dengan memperhatikan standar teknis dan pedagogis, mulai dari persiapan konten, proses shooting, hingga tahap penyuntingan.
Keberadaan dukungan tersebut menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran digital tidak hanya menuntut kesiapan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan konten, kompetensi pedagogis, dan dukungan produksi media pembelajaran.
Menguatkan Budaya Pembelajaran Berbasis Data
Hal yang tidak kalah penting dari pemanfaatan LMS adalah kemampuan melakukan monitoring berbasis data.
Aktivitas dosen dan mahasiswa di dalam LMS dapat menjadi sumber informasi untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran telah berjalan. Monitoring dapat diarahkan tidak hanya pada aspek ketersediaan materi, tetapi juga pada aktivitas, asesmen, interaksi, dan feedback.
Dengan pendekatan tersebut, evaluasi pembelajaran dapat bergerak dari sekadar pemeriksaan administratif menuju evaluasi berbasis bukti dan data.
Model ini sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi dalam membangun budaya continuous quality improvement, di mana data pembelajaran dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Selaras dengan Pembelajaran Berbasis OBE
Penguatan LMS juga memiliki relevansi yang kuat dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE).
Dalam perspektif OBE, pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi harus menunjukkan keterkaitan antara CPL, CPMK, materi, aktivitas pembelajaran, asesmen, dan bukti ketercapaian hasil belajar.
Karena itu, LMS dapat menjadi salah satu instrumen digital untuk membantu memastikan keterlacakan proses tersebut.
RPS yang telah disusun dosen dapat diterjemahkan ke dalam aktivitas pembelajaran di LMS, kemudian diikuti dengan asesmen dan feedback. Dengan demikian, terdapat kesinambungan antara desain pembelajaran yang direncanakan dengan implementasi dan bukti pembelajaran yang terdokumentasi.
Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital UPNVJ
Kegiatan pembekalan ini pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai penggunaan platform teknologi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen UPN “Veteran” Jakarta dalam membangun budaya pembelajaran yang adaptif, terukur, terdokumentasi, dan berorientasi pada capaian pembelajaran.
Transformasi digital dalam pendidikan tinggi membutuhkan perubahan paradigma: dari “mengajar dengan teknologi” menuju “merancang pengalaman belajar berbasis teknologi.”
Dalam konteks tersebut, LMS menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun pembelajaran yang lebih fleksibel, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kapasitas dosen dalam penyusunan RPS, pengembangan materi ajar, evaluasi pembelajaran, pemanfaatan LMS, serta produksi video pembelajaran, UPN “Veteran” Jakarta terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang mampu menjawab tuntutan pendidikan tinggi di era digital.
Pembekalan ini menjadi bagian dari langkah strategis UPNVJ untuk memastikan bahwa transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi bermuara pada peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa dan pencapaian kompetensi lulusan.
Salam Bela Negara!1
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta
