FIK-UPNVJ, Jakarta, 11 Agustus 2026 – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terus memperkuat transformasi pembelajaran digital melalui peningkatan kapasitas dosen dalam merancang materi pembelajaran yang terstruktur, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Penyusunan Learning Object Material (LOM) yang diselenggarakan Pusat E-Learning LPMPP UPNVJ pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Gedung Soepomo Lantai II, Ruang 201 dan 202 FEB UPNVJ. Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk mendukung implementasi Learning Management System melalui Learning Activities Through Digital System (LeADS) sebagai media pembelajaran digital di lingkungan UPNVJ.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Bapak Satria Yudhia Wijaya, S.E., M.S., Ak., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UPNVJ. Dalam sambutannya, kegiatan pelatihan ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya institusi untuk memastikan transformasi pembelajaran digital tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi berkembang menjadi ekosistem pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa.

Memasuki sesi utama, Musthofa Galih Pradana, M.Kom., selaku Kepala Pusat E-Learning LPMPP UPNVJ, memberikan penguatan mengenai implementasi LMS dan penyusunan Learning Object Material (LOM). Paparan menekankan pentingnya keterpaduan antara Rencana Pembelajaran Semester (RPS), materi ajar, aktivitas pembelajaran, learning object, serta assessment. LMS diposisikan bukan sekadar sebagai tempat mengunggah bahan kuliah, melainkan sebagai ruang pembelajaran digital yang memungkinkan dosen mengatur alur aktivitas mahasiswa, menyediakan materi multimedia, membangun forum interaksi, memberikan tugas dan evaluasi, serta memantau keterlibatan mahasiswa secara lebih sistematis.

Dalam perspektif pembelajaran bauran maupun pembelajaran daring asinkronus, kualitas learning object menjadi semakin strategis. Materi digital harus mampu memberikan pengalaman belajar yang jelas dan terarah meskipun mahasiswa tidak selalu berada dalam ruang kelas yang sama dengan dosen. Melalui konfigurasi LMS yang tepat, dosen dapat merancang urutan pembelajaran, menetapkan prasyarat aktivitas, mengatur akses terhadap materi, serta memastikan mahasiswa menyelesaikan aktivitas tertentu sebelum melanjutkan ke tahap pembelajaran berikutnya.

Pelatihan kemudian diperkaya oleh paparan Dr. Susetyo Bagas Bhaskoro dari Politeknik Manufaktur Bandung, yang memberikan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi dalam pengembangan pembelajaran. Kehadiran narasumber dari institusi pendidikan vokasi tersebut memperluas wawasan peserta bahwa transformasi pembelajaran digital membutuhkan perpaduan antara desain instruksional, teknologi, pengalaman pengguna, dan orientasi terhadap capaian pembelajaran.

Sementara itu, I Wayan Rangga Pinastawa, M.Kom., dosen Sains Data Fakultas Ilmu Komputer UPNVJ, turut memberikan perspektif akademik dan teknis yang relevan dengan perkembangan pembelajaran berbasis teknologi. Bersama narasumber lainnya, pembahasan diarahkan pada topik “Optimalisasi Artificial Intelligence untuk Produksi Konten Pembelajaran Inovatif”, yang menunjukkan semakin kuatnya perhatian UPNVJ terhadap pemanfaatan kecerdasan artifisial sebagai instrumen pendukung produktivitas dan inovasi dosen dalam menghasilkan konten pembelajaran.

Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam konteks tersebut tidak ditempatkan semata-mata sebagai teknologi otomatisasi, tetapi sebagai instrumen untuk membantu dosen mengembangkan konten pembelajaran yang lebih variatif, menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa. Integrasi AI dengan LMS dan LOM berpotensi mempercepat proses produksi materi sekaligus membuka ruang bagi dosen untuk lebih fokus pada aspek pedagogis, kreativitas, interaksi, serta pengembangan pengalaman belajar mahasiswa.

Dari sisi peserta, pelatihan ini menunjukkan pendekatan UPNVJ yang lintas disiplin. Surat undangan resmi mencatat 57 peserta yang berasal dari berbagai program studi, mulai dari ekonomi, akuntansi, manajemen, hukum, kesehatan, sistem informasi, sains data, ilmu komunikasi, hubungan internasional, farmasi, biologi, teknik mesin, teknik perkapalan, teknik elektro, hingga teknik industri. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa transformasi pembelajaran digital dipandang sebagai agenda institusional yang melibatkan berbagai bidang keilmuan, bukan hanya program studi yang berorientasi teknologi.

Khusus dari Fakultas Ilmu Komputer UPNVJ, daftar peserta mencatat keterlibatan dosen dari Program Studi Sistem Informasi dan Sains Data, yaitu M. Bayu Wibisono, S.Kom., MM., Sarika, S.Kom., M.Kom., Bambang Tri Wahyono, Mardiah, S.Si., M.Kom., Dr. Hengki Tamando Sihotang, S.Kom., M.Kom., serta Muhammad Panji Muslim, S.Pd., M.Kom. Kehadiran para dosen FIK dalam pelatihan ini menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas akademik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis LMS, data, kecerdasan artifisial, dan teknologi pendidikan.

Pelatihan yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB tersebut sekaligus memperlihatkan arah strategis UPNVJ dalam membangun standar pembelajaran digital yang lebih konsisten. Melalui LOM, setiap materi diharapkan tidak hanya tersedia secara digital, tetapi memiliki struktur, tujuan, aktivitas, dan evaluasi yang terhubung dengan RPS dan capaian pembelajaran. Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan proses akademik yang lebih terukur, terdokumentasi, fleksibel, dan berorientasi pada kualitas.

Langkah ini menjadi semakin relevan di tengah perubahan lanskap pendidikan tinggi yang menuntut dosen tidak hanya menguasai substansi keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan merancang pengalaman belajar digital. Integrasi RPS, LOM, LMS, assessment, dan Artificial Intelligence memberikan fondasi bagi pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif sekaligus memperkuat kesiapan UPNVJ menghadapi era pendidikan tinggi berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial.

Melalui kegiatan tersebut, UPNVJ menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan bukan sekadar perpindahan pembelajaran dari ruang kelas ke ruang digital. Transformasi tersebut merupakan proses membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif, terukur, terintegrasi, dan berpusat pada mahasiswa, dengan dosen sebagai perancang utama pengalaman belajar dan teknologi sebagai penguat kualitas pembelajaran. Upaya ini sekaligus memperkuat reputasi UPNVJ sebagai perguruan tinggi yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjaga kualitas dan mutu akademik dalam menghadapi masa depan pendidikan tinggi.

Salam Bela Negara !!

Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta

Share