FIK-UPNVJ, Karawang, 15 Agustus 2026 – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menghadirkan inovasi sistem pengusir tikus sawah berbasis ultrasonik dan Internet of Things (IoT) di Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 13–15 Agustus 2026 bersama mitra Poktan Ranca Ekek dan Poktan Mukti Jaya I sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

Program dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM). Inovasi yang diterapkan mengintegrasikan teknologi ultrasonik, cahaya strobo, suara predator alami, Internet of Things (IoT), serta sumber energi panel surya sebagai teknologi tepat guna yang dirancang agar dapat digunakan dan dikelola oleh petani.

Menjawab Persoalan Hama Tikus dan Penurunan Produktivitas

Pemilihan Desa Kutamukti sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat petani. Desa tersebut memiliki sekitar 200 hektare lahan sawah yang terbagi dalam delapan kelompok tani, dengan perekonomian masyarakat yang sangat bergantung pada produksi padi.

Hasil observasi dan wawancara yang menjadi dasar program menunjukkan bahwa produktivitas padi di wilayah tersebut mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir, dari rata-rata 9–10 ton per hektare menjadi sekitar 3–5 ton per hektare. Serangan hama tikus menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kerusakan tanaman, disusul hama beluk dan penyakit tanaman lokal.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aspek ekonomi petani. Penurunan produksi yang mencapai lebih dari 40–50 persen menyebabkan pendapatan petani ikut tertekan, sementara kelompok tani sebelumnya belum memiliki sistem monitoring hama berbasis teknologi maupun pencatatan produksi berbasis data.

Melalui program ini, UPNVJ berupaya menghadirkan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pertanian.

Teknologi Multisensor Berbasis IoT

Sistem yang diterapkan menggunakan pendekatan multisensor dengan mengombinasikan gelombang ultrasonik dan suara predator alami untuk menciptakan gangguan terhadap tikus sawah. Gelombang ultrasonik dirancang bekerja pada rentang frekuensi yang bervariasi, sementara cahaya strobo dan suara predator digunakan sebagai bagian dari mekanisme gangguan multisensorik.

Teknologi tersebut juga didukung sumber energi panel surya dan sistem kendali IoT. Dengan rancangan tersebut, perangkat dapat digunakan pada lingkungan sawah terbuka dan dioperasikan secara lebih hemat energi.

Pendekatan teknologi tepat guna ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan pengguna di lapangan, yakni mudah dioperasikan petani, aman bagi lingkungan dan manusia, sesuai dengan skala lahan kelompok tani, serta adaptif terhadap kondisi sawah terbuka.

Petani Dilibatkan dalam Proses Implementasi

Kegiatan PkM tidak hanya berfokus pada pemasangan perangkat, tetapi juga pada proses pemberdayaan masyarakat. Tim dosen dan mahasiswa memberikan pendampingan kepada mitra dalam pengoperasian, perawatan, monitoring, serta pemanfaatan data yang dihasilkan dari sistem.

Petani juga diarahkan untuk memahami prinsip kerja teknologi dan memanfaatkan informasi lapangan sebagai bagian dari pengambilan keputusan usaha tani. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh kelompok tani.

Dalam program tersebut, salah satu target keberdayaan mitra adalah meningkatnya literasi teknologi sehingga sedikitnya 80 persen anggota kelompok tani mampu mengoperasikan alat. Program juga menargetkan peningkatan produksi padi hingga kisaran 7–8 ton per hektare sebagai bagian dari indikator capaian yang akan dievaluasi melalui pendampingan.

Mendapat Apresiasi dari Petani, Penyuluh, dan Pemerintah Kecamatan

Implementasi teknologi mendapat respons positif dari masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.

Perwakilan desa, Yayan Mulyana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim UPNVJ yang membawa solusi teknologi untuk membantu menangani persoalan hama tikus. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada tahap berikutnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya petani, untuk menjaga dan merawat perangkat yang telah diberikan sehingga teknologi tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat Desa Kutamukti.

Apresiasi juga disampaikan Abdul Malik, penyuluh UPTD PPL. Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan transfer teknologi yang mampu membantu meningkatkan produksi sekaligus mendukung upaya menjaga swasembada pangan.

Sementara itu, H. Suherman, tokoh masyarakat setempat, menilai kehadiran teknologi tersebut memberikan harapan bagi petani dalam menghadapi persoalan hama tikus yang selama ini menjadi salah satu masalah penting dalam produksi pertanian.

Camat Kutawaluya Dukung Pengembangan Inovasi

Dukungan terhadap inovasi juga datang dari Camat Kutawaluya, Karta Wijaya, dalam audiensi bersama tim pengabdian UPNVJ.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Kutawaluya turut menggali informasi mengenai sistem yang dikembangkan dan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi permasalahan hama tikus sawah.

Karta Wijaya menyampaikan apresiasi serta harapan agar inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu inovasi unggulan yang dapat diperkenalkan secara lebih luas di wilayah Kecamatan Kutawaluya.

Dukungan pemerintah kecamatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan teknologi agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dua kelompok tani mitra, tetapi juga dapat direplikasi pada wilayah pertanian lainnya.

Sinergi Dosen dan Mahasiswa UPNVJ

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPNVJ terdiri atas Nurul Afifah Arifuddin, S.Pd., M.T. selaku ketua, Galih Prakoso Rizky A, MMSI dan Dr. Hengki Tamando Sihotang, M.Kom. sebagai anggota dosen, serta Akbar Fitri Andhika, Praffi Ramadhani, dan Dara Ramadhani Aresti sebagai anggota mahasiswa.

Kolaborasi dosen dan mahasiswa tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari aspek teknis teknologi, instalasi, pelatihan, pendampingan, pengumpulan data, monitoring hingga evaluasi program.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata hilirisasi hasil riset perguruan tinggi ke masyarakat. UPNVJ menempatkan teknologi yang dikembangkan bukan hanya sebagai perangkat pengusir hama, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas masyarakat dalam mengadopsi teknologi pertanian berbasis data.

Mendukung Ketahanan Pangan dan SDGs

Program pengabdian ini memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Kegiatan mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama diharapkan dapat membantu mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan produktivitas padi, memperkuat ekonomi petani, serta mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Bagi UPNVJ, kegiatan di Desa Kutamukti menjadi salah satu wujud komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan sains, teknologi, dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat, inovasi pengusir tikus berbasis ultrasonik dan IoT diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi model smart agriculture yang adaptif, ramah lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Salam Belanegara!

Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta

Share