FIK-UPNVJ, Jakarta, 14 September 2026 – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di tengah percepatan transformasi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemusatan penyusunan dan pembentukan kurikulum Program Studi Magister (S2) Sistem Informasi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi FIK-UPNVJ untuk merumuskan positioning Program Studi Magister Sistem Informasi agar tidak hanya relevan dengan perkembangan keilmuan, tetapi juga memiliki daya saing dan keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan organisasi, industri, dan pemerintahan.
Dalam pembahasan kurikulum, Sistem Informasi dipandang tidak lagi sebatas disiplin yang berfokus pada pengembangan aplikasi, pengelolaan database, maupun proses pengolahan data. Perkembangan teknologi telah membawa Sistem Informasi ke dalam ekosistem yang jauh lebih kompleks, yang mempertemukan teknologi, data, proses bisnis, intelligence, tata kelola, dan pengambilan keputusan.
Menjawab Era Technology Convergence
Perubahan tersebut semakin terlihat melalui fenomena technology convergence. Berbagai teknologi yang sebelumnya berkembang secara terpisah kini saling terintegrasi dalam proses bisnis organisasi.
Sensor dan Internet of Things (IoT), misalnya, mampu menghasilkan data secara otomatis. Sistem Informasi kemudian mengintegrasikan data tersebut dengan berbagai sumber lainnya, sementara Enterprise Resource Planning (ERP), Business Intelligence (BI), dan Analytics membantu organisasi mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pemikiran dalam penyusunan kurikulum Magister Sistem Informasi FIK-UPNVJ.
Program magister ke depan diarahkan tidak sekadar menghasilkan lulusan yang mampu membangun sistem, tetapi juga profesional yang mampu merancang dan memimpin transformasi digital organisasi dengan memanfaatkan teknologi, data, dan intelligence untuk menyelesaikan persoalan nyata.
“Sistem Informasi masa kini adalah disiplin yang menjembatani teknologi, data, proses bisnis, dan pengambilan keputusan.”
Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam menentukan arah pengembangan program studi.
Tidak Sekadar Mengikuti Perkembangan AI
Pembahasan kurikulum juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin memengaruhi berbagai sektor.
Namun, AI tidak semata-mata ditempatkan sebagai teknologi yang menggantikan manusia. Dalam perspektif Sistem Informasi, AI justru perlu ditempatkan sebagai teknologi yang mendukung manusia dalam menganalisis informasi, melakukan prediksi, menghasilkan insight, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena kesiapan industri Indonesia dalam mengadopsi teknologi AI masih beragam. Sebagian organisasi telah memasuki tahap pemanfaatan AI dan advanced analytics, sementara sebagian lainnya masih berada pada tahap digitalisasi dasar, integrasi sistem, ERP, IoT, dan Business Intelligence.
Kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi pendidikan tinggi untuk menghasilkan SDM yang mampu mendorong organisasi bergerak menuju tingkat kematangan digital yang lebih tinggi.
FIK-UPNVJ menempatkan pendidikan sebagai bagian dari solusi untuk mempersiapkan SDM yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memimpin perubahan di dalam organisasi.
Menguatkan IT Governance dan Pemanfaatan AI
Wakil Dekan Bidang Akademik FIK-UPNVJ, Ibu Erly Krisnanik, S.Kom.,MM, menyampaikan bahwa hasil diskusi dalam kegiatan tersebut memberikan sejumlah arah penting bagi pengembangan Program Studi Magister Sistem Informasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat membutuhkan perumusan arah program studi yang tepat agar tetap relevan dengan kebutuhan akademik dan industri.
Salah satu arah yang mengemuka adalah penguatan bidang Information Technology Governance (IT Governance) yang dipadukan dengan implementasi dan pemanfaatan AI.
“Kita perlu menentukan arah yang tepat untuk Program Studi S2 Sistem Informasi kita agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia akademik maupun dunia industri.”
Ia juga menekankan pentingnya melakukan benchmark terhadap sejumlah perguruan tinggi yang telah lebih matang dalam menyelenggarakan Program Studi Magister Sistem Informasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam membangun program studi yang memiliki standar akademik kuat sekaligus responsif terhadap perubahan kebutuhan industri.
Kurikulum Disiapkan untuk Kebutuhan Masa Depan
Kepala Program Studi Magister Sistem Informasi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan pemusatan penyusunan kurikulum telah menghasilkan arah yang semakin jelas.
Berbagai gagasan yang muncul dalam diskusi akan kembali diselaraskan dengan visi universitas dan fakultas serta rujukan keilmuan yang relevan, termasuk APTIKOM dan ACM.
Tahapan berikutnya adalah melakukan penyempurnaan struktur kurikulum, termasuk penyusunan sembilan mata kuliah wajib dan sembilan mata kuliah pilihan, di luar mata kuliah seminar dan tesis.
“Kita tidak sekadar mencetak pembuat sistem informasi, tetapi mencetak pemimpin transformasi digital yang mampu mengintegrasikan teknologi, data, proses bisnis, dan intelligence untuk menyelesaikan persoalan nyata di berbagai industri.”
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah positioning yang ingin dibangun oleh Program Studi Magister Sistem Informasi FIK-UPNVJ.
Menjadi SDM Pemimpin Transformasi Digital
Melalui penyusunan kurikulum ini, FIK-UPNVJ berupaya membangun Program Studi Magister Sistem Informasi yang memiliki karakter kuat pada integrasi antara Sistem Informasi, transformasi digital, data, business intelligence, AI, dan tata kelola teknologi informasi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan strategis dalam memahami persoalan organisasi dan menerjemahkannya menjadi solusi berbasis teknologi.
Dengan demikian, lulusan Magister Sistem Informasi FIK-UPNVJ diharapkan dapat berperan sebagai digital transformation leader, IT governance specialist, enterprise strategist, business intelligence strategist, maupun profesional yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis dengan perkembangan teknologi.
Kegiatan penyusunan kurikulum ini menjadi salah satu langkah strategis FIK-UPNVJ dalam memperkuat posisi akademiknya sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan transformasi digital nasional.
FIK-UPNVJ tidak ingin sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Melalui Program Magister Sistem Informasi, FIK-UPNVJ menyiapkan SDM yang mampu memahami, mengintegrasikan, dan memimpin pemanfaatan teknologi untuk menciptakan perubahan nyata bagi organisasi dan industri.
Ke depan, hasil penyusunan kurikulum tersebut akan terus disempurnakan melalui proses akademik dan benchmarking sehingga Program Studi Magister Sistem Informasi FIK-UPNVJ dapat segera memasuki tahap implementasi dan membuka peluang bagi calon mahasiswa pada periode penerimaan mendatang.
FIK UPNVJ – Transformasi Digital, Inovasi, dan Internasionalisasi untuk Pendidikan yang Unggul dan Berdampak.
Salam Bela Negara !
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta
