Terengganu, 4 Oktober 2026 – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Prof. Dr. Ir. Supriyanto, ST., M.Sc., IPM., menyampaikan speech pada International Conference on Informatics, Computing and Applied Mathematics (ICICAM) 2026 yang diselenggarakan di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia, Sabtu siang (4/10/2026).

Dalam forum ilmiah internasional tersebut, Prof. Supriyanto mengangkat tema mengenai AI-Driven Detection and Mitigation for IPv6 Security, sebuah topik yang menghubungkan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dengan tantangan keamanan pada jaringan Internet Protocol version 6 (IPv6).

Pada awal paparannya, Prof. Supriyanto menyampaikan bahwa perkembangan konektivitas digital, Internet of Things (IoT), dan berbagai layanan berbasis Internet semakin memperkuat kebutuhan terhadap implementasi IPv6. Namun, perluasan implementasi IPv6 juga diikuti dengan berbagai tantangan keamanan yang membutuhkan pendekatan deteksi dan mitigasi yang semakin adaptif.

Paparan kemudian mengulas taksonomi berbagai ancaman keamanan pada IPv6. Sejumlah kelompok serangan dibahas untuk memberikan gambaran bahwa karakteristik IPv6 menghadirkan tantangan keamanan yang tidak selalu dapat ditangani hanya dengan pendekatan keamanan konvensional.

Salah satu perhatian utama dalam paparan tersebut adalah bagaimana Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk membantu proses deteksi dan mitigasi serangan IPv6. Pendekatan berbasis machine learning dan teknik AI lainnya memungkinkan sistem mempelajari pola lalu lintas jaringan, mengenali anomali, mengidentifikasi indikasi serangan, serta mendukung pengambilan keputusan mitigasi secara lebih adaptif.

Prof. Supriyanto juga memaparkan sejumlah hasil penelitian terkait penerapan AI pada berbagai kategori ancaman IPv6, antara lain serangan yang memanfaatkan mekanisme Neighbor Discovery, Extension Header, DHCPv6, protokol routing IPv6, hingga mekanisme transisi IPv4–IPv6. Kajian terhadap berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam keamanan IPv6 terus berkembang, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan dan ruang penelitian yang perlu dieksplorasi lebih lanjut.

Menurut Prof. Supriyanto, perkembangan tersebut membuka peluang penelitian yang luas bagi para peneliti di bidang jaringan komputer, keamanan siber, dan Artificial Intelligence. Integrasi AI dengan mekanisme keamanan jaringan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan mendeteksi serangan, tetapi juga mendorong berkembangnya sistem keamanan yang mampu melakukan respons dan mitigasi secara lebih cerdas.

Kehadiran Prof. Supriyanto pada ICICAM 2026 juga memiliki makna tersendiri karena selain menjabat sebagai Dekan FIK UPNVJ, ia merupakan Visiting Professor di UniSZA. Dalam pembukaan paparannya, Prof. Supriyanto menyampaikan apresiasi kepada UniSZA atas hubungan akademik dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin dengan UPNVJ, khususnya antara fakultas yang membidangi ilmu komputer di kedua universitas.

Partisipasi pada ICICAM 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan internasional FIK UPNVJ di Malaysia. Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, Dekan FIK UPNVJ melakukan diskusi bersama jajaran Fakulti Informatik dan Komputeran UniSZA untuk membahas pengembangan kerja sama, meliputi kolaborasi antar-research group, matching fund, rekognisi akademik internasional, serta pengembangan student mobility.

Melalui partisipasi aktif dalam forum ilmiah internasional seperti ICICAM 2026, FIK UPNVJ terus mendorong dosen dan penelitinya untuk memperluas jejaring global, membangun kolaborasi riset, serta menghadirkan kontribusi keilmuan pada isu-isu strategis di bidang Artificial Intelligence, cybersecurity, dan future networks.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen FIK UPNVJ untuk mewujudkan fakultas yang “Unggul, Inovatif, dan Berdampak” pada tingkat nasional maupun internasional.

Salam Bela Negara !
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta

Share