FIK-UPNVJ, Jakarta, 31 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan Sosialisasi Persiapan Pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 bagi dosen Program Studi Sistem Informasi pada Jumat (31/7). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital, serta memperkuat komitmen seluruh dosen dalam mewujudkan proses pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penjaminan mutu.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Fakultas Ilmu Komputer tersebut dibuka dengan arahan dari Wakil Dekan Bidang Akademik FIK UPN “Veteran” Jakarta, Erly Krisnanik, S.Kom., M.M., yang menegaskan pentingnya optimalisasi penggunaan LEEDS (Learning Management System) sebagai platform utama pendukung proses pembelajaran di lingkungan universitas.

Dalam paparannya, Erly Krisnanik menjelaskan bahwa pemanfaatan LEEDS tidak hanya diperuntukkan bagi mata kuliah daring (online) maupun bauran (hybrid), tetapi juga harus diterapkan pada mata kuliah luring (offline). Menurutnya, seluruh perangkat pembelajaran, mulai dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), materi pembelajaran, video pembelajaran, aktivitas pembelajaran, penugasan, hingga mekanisme evaluasi dan umpan balik kepada mahasiswa, perlu terdokumentasi secara lengkap dalam sistem sebagai bagian dari implementasi pembelajaran digital yang terintegrasi.

Ia juga menyampaikan bahwa tingkat optimalisasi pemanfaatan LEEDS di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer masih perlu ditingkatkan. Sebagai fakultas yang berfokus pada bidang komputasi dan teknologi informasi, FIK diharapkan mampu menjadi salah satu fakultas dengan tingkat pemanfaatan teknologi pembelajaran terbaik di lingkungan universitas. Oleh karena itu, seluruh dosen didorong untuk memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia pada LEEDS secara optimal dalam mendukung proses belajar mengajar.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa evaluasi terhadap penggunaan LEEDS dilakukan secara berkala oleh Pusat E-Learning melalui indikator yang meliputi kelengkapan RPS, materi pembelajaran, video pembelajaran, aktivitas pembelajaran, penugasan, serta pemberian feedback kepada mahasiswa. Menurut Erly Krisnanik, pemberian umpan balik yang tepat waktu menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran karena membantu mahasiswa memahami perkembangan capaian pembelajaran yang telah mereka peroleh.

Selain membahas pembelajaran digital, Erly Krisnanik juga menyampaikan perkembangan kebijakan mengenai Beban Kerja Dosen (BKD). Seluruh dosen, khususnya yang telah maupun akan mengikuti sertifikasi dosen, diminta mulai mempersiapkan dokumen pendukung sejak dini. Ia juga mengingatkan bahwa publikasi ilmiah yang diakui dalam BKD ke depan harus berasal dari jurnal terakreditasi, dengan memperhatikan ketentuan terbaru mengenai peringkat akreditasi jurnal nasional.

Pada sesi berikutnya, Kepala Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer, Dr. Widya Cholil, menyampaikan arahan mengenai pentingnya koordinasi antara dosen koordinator mata kuliah dengan seluruh tim pengampu. Ia menekankan bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penyampaian materi di kelas, tetapi juga oleh kesiapan perangkat pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan selalu diperbarui mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Dr. Widya Cholil, meskipun struktur mata kuliah dapat dipertahankan dalam jangka panjang, substansi dan konten pembelajaran harus terus diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia industri, perkembangan teknologi, serta tuntutan kompetensi lulusan. Pembaruan tersebut mencakup penyempurnaan materi ajar, referensi ilmiah terkini, video pembelajaran, studi kasus, aktivitas pembelajaran, hingga bentuk evaluasi yang mendukung tercapainya capaian pembelajaran mata kuliah.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMP), kelengkapan perangkat pembelajaran menjadi salah satu aspek utama dalam penilaian mutu pembelajaran. Evaluasi tersebut tidak hanya menilai keberadaan RPS, tetapi juga materi pembelajaran setiap pertemuan, video pembelajaran, aktivitas pembelajaran, penugasan, serta konsistensi dosen dalam memberikan umpan balik terhadap hasil belajar mahasiswa.

Untuk itu, seluruh dosen koordinator bersama tim pengampu diminta melakukan koordinasi secara intensif sebelum perkuliahan dimulai guna memastikan seluruh perangkat pembelajaran telah tersedia dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Dr. Widya juga menegaskan bahwa video pembelajaran tidak harus diproduksi sendiri oleh dosen. Pemanfaatan video edukatif dari berbagai sumber yang kredibel, termasuk sumber internasional yang relevan dengan materi perkuliahan, dapat digunakan sebagai media pendukung selama selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah.

Melalui sosialisasi ini, Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pembelajaran berbasis digital, meningkatkan kualitas proses akademik, serta memastikan kesiapan seluruh dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sesuai dengan standar penjaminan mutu universitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa.

Salam Bela Negara !

Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta

Share