Integrasi kecerdasan buatan dan teknologi robotika mendorong perkembangan robot humanoid yang semakin mampu berinteraksi dengan manusia. Inovasi ini membuka peluang baru dalam bidang pelayanan, industri, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari.
JAKARTA – Robotika mengalami perkembangan yang semakin pesat seiring dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI), sensor, computer vision, dan sistem pengendalian gerak. Robot yang sebelumnya identik dengan mesin otomatis untuk pekerjaan industri kini mulai dikembangkan agar dapat berinteraksi dengan manusia dan lingkungan sekitarnya.
Salah satu perkembangan yang menarik perhatian adalah robot humanoid, yaitu robot yang memiliki bentuk dan karakteristik fisik menyerupai manusia. Robot jenis ini dirancang untuk melakukan berbagai aktivitas melalui kemampuan persepsi, pemrosesan informasi, dan pengendalian gerakan.
Perkembangan terbaru ditunjukkan oleh perusahaan AiMOGA yang pada 21 Oktober 2026 memperkenalkan robot humanoid bernama Mobo dalam ajang Chery International User Summit 2026 di Tiongkok.
Berdasarkan laporan ANTARA, Mobo dirancang sebagai robot pendamping keluarga dengan dukungan teknologi pengenalan objek visual, interaksi suara, pengingat jadwal, dan memori jangka panjang. Teknologi tersebut mengintegrasikan kemampuan persepsi, interaksi, dan eksekusi tugas.
Perkembangan robot humanoid menunjukkan bahwa AI mulai bergerak dari lingkungan perangkat lunak menuju interaksi langsung dengan dunia fisik. Robot tidak hanya memproses perintah, tetapi juga harus memahami kondisi lingkungan, mengenali objek, dan menentukan tindakan yang sesuai.
Namun, pengembangan robot humanoid masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah akurasi sensor, stabilitas pergerakan, efisiensi energi, keamanan interaksi dengan manusia, serta biaya pengembangan dan pemeliharaan.
Di dunia pendidikan tinggi, teknologi robotika memiliki potensi besar sebagai bidang penelitian multidisiplin. Pengembangan robot membutuhkan integrasi ilmu komputer, kecerdasan buatan, sistem kendali, elektronika, pengolahan citra, dan rekayasa perangkat keras.
Mahasiswa dapat mempelajari berbagai teknologi pendukung, seperti computer vision untuk pengenalan objek, machine learning untuk pengambilan keputusan, serta Internet of Things untuk menghubungkan robot dengan perangkat lainnya.
Selain itu, pengembangan robotika juga dapat diarahkan untuk membantu aktivitas pendidikan, mendukung layanan publik, dan meningkatkan efisiensi pekerjaan tertentu.
Meskipun demikian, robot humanoid belum dapat dipandang sebagai pengganti manusia secara menyeluruh. Teknologi ini tetap memerlukan pengawasan, evaluasi keselamatan, dan pertimbangan etis dalam penerapannya.
Perkembangan robotika memberikan gambaran bahwa masa depan teknologi akan semakin erat dengan interaksi antara manusia dan mesin. Tantangan bagi dunia pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami, mengembangkan, dan mengelola teknologi tersebut secara bertanggung jawab.
Salam Bela Negara !
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta
Informasi lainnya dapat dilihat pada web UPNVJ
