FIK-UPNVJ, Jakarta, 29 Juli 2026 – Komitmen Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis digital kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif pada Pelatihan Calon Dosen Koordinator Mata Kuliah yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UPN “Veteran” Jakarta pada 28–29 Juli 2026 di Auditorium FISIP. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi universitas dalam meningkatkan kapasitas dosen untuk mengelola, mengoordinasikan, dan menjamin mutu penyelenggaraan mata kuliah yang selaras dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE).

Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi pendidikan tinggi, FIK mengirimkan delapan dosen terbaiknya sebagai calon Koordinator Mata Kuliah, yaitu Dr. Susanto, M.Kom.; Rifka Dwi Amalia, S.Pd., M.Kom.; Nurhuda Maulana, S.T., M.T.; I Wayan Rangga Pinastawa, M.Kom.; Dr. Hengki Tamando Sihotang, S.Kom., M.Kom.; Muhammad Panji Muslim, S.Pd., M.Kom.; Galih Prakoso Rizky A., S.Kom., MMSI.; serta Bobby Suryo Prakoso, S.T., M.Kom. Kehadiran para dosen tersebut menunjukkan keseriusan FIK dalam membangun tata kelola akademik yang semakin terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Memasuki hari kedua pelatihan, sesi utama menghadirkan Musthofa Galih Pradana, M.Kom., dosen Program Studi S1 Sains Data, yang menyampaikan materi strategis mengenai pengembangan pembelajaran digital melalui Learning Management System (LMS). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pembelajaran digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi terutama oleh kesepahaman akademik antar dosen pengampu. Setiap mata kuliah yang memiliki kelas paralel harus dirancang melalui keputusan bersama sehingga memiliki Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), standar mutu, dan pengalaman belajar yang setara, meskipun pendekatan penyampaian materi dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing dosen.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa paradigma LMS modern telah bergeser dari sekadar repositori penyimpanan materi menjadi sebuah ekosistem pembelajaran digital yang mampu mengintegrasikan materi, video, forum diskusi, asesmen, hingga umpan balik secara berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak lagi menjadi penerima informasi secara pasif, tetapi terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui berbagai aktivitas yang terdokumentasi dan dapat dimonitor secara real time oleh dosen maupun koordinator mata kuliah.
Salah satu gagasan penting yang mendapat perhatian peserta adalah penerapan satu mata kuliah dalam satu course LMS, meskipun terdiri atas beberapa kelas paralel. Pendekatan ini memungkinkan seluruh dosen pengampu saling memonitor materi, aktivitas, maupun asesmen yang digunakan sehingga konsistensi mutu pembelajaran dapat terjaga. Model tersebut juga memperkuat mekanisme monitoring, evaluasi, serta koordinasi akademik yang selama ini menjadi tantangan dalam penyelenggaraan mata kuliah dengan banyak kelas.
Dalam konteks pembelajaran digital, Musthofa Galih Pradana juga menekankan pentingnya feedback yang terdokumentasi pada setiap penugasan mahasiswa. Menurutnya, umpan balik yang diberikan dosen bukan hanya berfungsi sebagai sarana perbaikan proses belajar mahasiswa, tetapi juga menjadi evidence yang sangat penting dalam penjaminan mutu internal maupun proses akreditasi. Dengan demikian, setiap nilai yang diberikan memiliki dasar akademik yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Materi pelatihan kemudian berkembang pada implementasi regulasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan penerapan blended learning di perguruan tinggi. Dijelaskan bahwa implementasi pembelajaran daring harus tetap mengikuti ketentuan kementerian, sehingga penggunaan LMS di lingkungan UPN “Veteran” Jakarta ditempatkan sebagai bagian dari pembelajaran bauran yang mendukung proses tatap muka, bukan menggantikannya secara penuh. Pendekatan ini memberikan ruang bagi dosen untuk mengembangkan inovasi digital tanpa mengabaikan standar mutu akademik nasional.
Antusiasme peserta semakin tinggi ketika sesi demonstrasi memperlihatkan pemanfaatan H5P Interactive Content, sebuah teknologi pembelajaran interaktif yang memungkinkan video pembelajaran diintegrasikan dengan kuis, pertanyaan, maupun aktivitas evaluasi secara langsung. Melalui fitur conditional activity dan activity completion, dosen dapat mengatur urutan pembelajaran sehingga mahasiswa harus menyelesaikan setiap tahapan sebelum melanjutkan ke aktivitas berikutnya. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa, memperkuat pemahaman konsep, sekaligus menghasilkan jejak pembelajaran digital yang terdokumentasi secara komprehensif.
Keikutsertaan delapan dosen FIK dalam pelatihan strategis ini menjadi bagian dari langkah nyata fakultas dalam membangun budaya akademik yang semakin adaptif terhadap transformasi digital. Di tengah percepatan perkembangan teknologi pendidikan, keberadaan Koordinator Mata Kuliah yang memiliki kompetensi dalam desain pembelajaran digital, pengelolaan LMS, dan penjaminan mutu berbasis Outcome-Based Education (OBE) diharapkan mampu memperkuat posisi FIK UPN “Veteran” Jakarta sebagai salah satu fakultas yang terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran berkualitas, relevan dengan perkembangan teknologi, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Salam Bela Negara!!
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta
