FIK UPNVJ, Jakarta, 12 September 2026 – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) kembali menegaskan perannya dalam menyiapkan talenta digital Indonesia. Sebanyak 259 lulusan FIK UPNVJ resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-77 UPN “Veteran” Jakarta yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Para lulusan tersebut terdiri atas 54 lulusan Program Studi Sistem Informasi Diploma Tiga (D3), 82 lulusan Program Studi Informatika Program Sarjana (S1), dan 123 lulusan Program Studi Sistem Informasi Program Sarjana (S1). Mereka menjadi bagian dari 1.144 wisudawan UPNVJ yang pada momentum yang sama secara resmi diserahkan kepada Ikatan Alumni UPN “Veteran” Jakarta.
Mengusung tema “Menjadi Lulusan yang Kompeten, Berkarakter Bela Negara, dan Berdampak bagi Bangsa,” Wisuda ke-77 tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum untuk menegaskan kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transformasi digital Indonesia.
Bagi FIK UPNVJ, 259 lulusan yang dilepas merupakan bagian dari kontribusi fakultas dalam memperkuat ekosistem sumber daya manusia di bidang teknologi informasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Dari Kampus Bela Negara Menuju Talenta Digital
Dekan FIK UPNVJ, Prof. Dr. Ir. Supriyanto, ST., M.Sc., IPM., menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir dari pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan nyata.
“Lulusan FIK UPNVJ harus mampu menunjukkan bahwa kompetensi di bidang teknologi informasi dan ilmu komputer dapat digunakan untuk menghadirkan solusi, menciptakan inovasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jadilah lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan karakter Bela Negara,” ujar Supriyanto.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, analitik data, komputasi awan, dan transformasi digital terus mengubah kebutuhan dunia kerja.
Karena itu, lulusan ilmu komputer tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis. Mereka juga dituntut mampu beradaptasi, berpikir kritis, berinovasi, berkolaborasi, serta memahami persoalan nyata di masyarakat dan organisasi.
FIK UPNVJ kemudian menerjemahkan orientasi tersebut melalui nilai “Unggul, Inovatif, Berdampak.” Nilai ini diarahkan agar kompetensi akademik yang diperoleh mahasiswa dapat berkembang menjadi karya, inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dhi’fan Rozaka, Potret Perjuangan Talenta FIK UPNVJ
Salah satu kisah yang mencerminkan semangat tersebut datang dari Dhi’fan Rozaka, S.Kom, lulusan Program Studi Informatika FIK UPNVJ yang dipercaya menyampaikan ucapan terima kasih sebagai yudisudawan pada Wisuda ke-77.
Di hadapan pimpinan universitas, jajaran fakultas, orang tua, keluarga, dan para wisudawan, Dhi’fan menceritakan perjalanan akademiknya yang tidak selalu berjalan mulus.

Perjuangannya bahkan dimulai sejak awal memasuki bangku kuliah. Pengajuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diajukannya mendapat persetujuan setelah melalui wawancara dengan almarhum Rudiho Purabaya, yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Keuangan FIK UPNVJ.
Dalam wawancara tersebut, Rudiho melihat piala yang berada di kamar Dhi’fan dan meyakinkannya bahwa fakultas akan berupaya memfasilitasi mahasiswa yang ingin berprestasi.
Keterbatasan juga menyertainya dalam menjalani pendidikan. Sebagai mahasiswa Ilmu Komputer, Dhi’fan masih menggunakan laptop lama peninggalan sejak SMP. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan langkahnya.
Ia memilih belajar secara mandiri dan menyelesaikan lebih dari 20 kursus daring untuk mengejar ketertinggalan. Ketika memasuki semester dua, ia mulai menargetkan keikutsertaan dalam kelompok studi mahasiswa dan berbagai kompetisi software development.
Tidak semuanya langsung berhasil. Ia sempat ditolak bergabung dengan kelompok studi dan mengalami kegagalan dalam tiga kompetisi awal.
Namun, kegagalan tersebut justru menjadi titik balik.
Wicara Membawa Nama UPNVJ ke PIMNAS
Memasuki tahun ketiga perkuliahan, Dhi’fan bersama tim mengembangkan Wicara, sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu mengatasi ketakutan berbicara di depan umum.
Gagasan tersebut kemudian membawa timnya mewakili UPNVJ dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 di Universitas Airlangga. Keberhasilan itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan akademiknya.
Setelah pengalaman tersebut, berbagai kesempatan mulai terbuka. Dhi’fan dipercaya menjadi pengurus kelompok studi yang sebelumnya pernah menolaknya. Ia juga memenangkan sejumlah kompetisi software development, memperoleh kesempatan magang di Telkomsel dan Kumparan, serta terpilih sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia.
Kesempatan tersebut bahkan turut membantu mengatasi persoalan perangkat yang selama ini menjadi salah satu tantangannya.
Perjalanan Dhi’fan kembali berkembang ketika ia mengikuti kompetisi inovasi nasional IndonesiaNEXT yang diselenggarakan Telkomsel. Dari sekitar 9.000 pendaftar, ia berhasil menjadi runner-up dan memperoleh kesempatan yang jauh melampaui ekspektasinya.
“Connecting the Dots”: Kegagalan yang Mengantarkan pada Kesempatan
Dalam pidatonya, Dhi’fan menghubungkan perjalanan tersebut dengan filosofi “connecting the dots” yang pernah disampaikan Steve Jobs.
Menurutnya, berbagai peristiwa dalam kehidupan terkadang terlihat seperti titik-titik yang acak, termasuk kegagalan dan kekecewaan. Namun, maknanya sering kali baru terlihat ketika seseorang menengok kembali perjalanan yang telah dilalui.
Kini, ia menyadari bahwa kegagalan mengikuti kompetisi, penolakan kelompok studi, hingga perjuangan belajar dengan keterbatasan perangkat justru menjadi rangkaian pengalaman yang membawanya menuju berbagai kesempatan.
“Tanpa rentetan kegagalan tersebut, saya tidak akan terdorong mencari jalan lain yang akhirnya mengantarkan saya pada posisi saat ini yang sedang magang di Apple Developer Academy,” ujarnya.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan di FIK UPNVJ tidak berhenti pada ruang kelas. Ketekunan mahasiswa, dukungan fakultas, pengalaman kompetisi, jejaring profesional, dan kesempatan pengembangan diri dapat menjadi bagian dari proses pembentukan talenta digital.
Dhi’fan juga menyampaikan apresiasi kepada UPN “Veteran” Jakarta, UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, FIK UPNVJ, Ibu Ati Zaidiah, almarhum Rudiho Purabaya, Radinal Setia Dinsa, Bank Indonesia, dan Telkomsel yang menurutnya telah menjadi bagian dari perjalanan akademik dan pengembangan kariernya.
Lulusan FIK Didorong Jadi Pencipta Solusi
FIK UPNVJ menempatkan lulusan bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai individu yang mampu menciptakan solusi dan memberikan nilai bagi lingkungan sekitarnya.
Para lulusan diharapkan dapat mengambil peran di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, industri, pendidikan, layanan kesehatan, keuangan, keamanan siber, perusahaan teknologi hingga kewirausahaan berbasis digital.

Sebagai bagian dari Kampus Bela Negara, lulusan FIK juga membawa tanggung jawab untuk menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Karakter Bela Negara tidak hanya dimaknai secara konseptual, tetapi diwujudkan melalui profesionalisme, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta pemanfaatan teknologi untuk kepentingan bangsa.
Di tengah meningkatnya tantangan keamanan digital, disinformasi dan kejahatan siber, lulusan ilmu komputer memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan digital Indonesia.
259 Lulusan, 259 Awal Perjalanan Baru
Wisuda ke-77 menjadi titik awal bagi 259 talenta FIK UPNVJ untuk memasuki dunia profesional sekaligus mengambil bagian dalam menjawab tantangan transformasi digital Indonesia.
Mereka tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga membawa kompetensi, pengalaman, karakter Bela Negara, dan tanggung jawab untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
Momentum tersebut kemudian diperkuat melalui prosesi penyerahan 1.144 wisudawan UPNVJ kepada Ikatan Alumni UPN “Veteran” Jakarta. Penyerahan dilakukan oleh Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anton Venus, M.A., Comm. kepada Ketua Ikatan Alumni UPN “Veteran” Jakarta Syed Junaidi Rijaldi, M.IP.
Rektor menyampaikan bahwa para wisudawan diserahkan untuk bergabung, dibina, dikembangkan, dan bersinergi bersama Ikatan Alumni UPN “Veteran” Jakarta.
Prosesi tersebut juga ditandai dengan penyerahan kartu alumni secara simbolis kepada perwakilan lulusan jenjang Magister, Sarjana, dan Diploma 3. Momentum ini menjadi simbol kesinambungan hubungan antara lulusan dengan almamater melalui jejaring alumni, kolaborasi, dan kontribusi bagi masyarakat.
Bagi FIK UPNVJ, keberhasilan alumni merupakan salah satu cerminan keberhasilan proses pendidikan. Semakin besar kontribusi alumni di dunia profesional, industri, pemerintahan, akademik, kewirausahaan, dan masyarakat, semakin besar pula kontribusi almamater dalam pembangunan bangsa.
Kisah Dhi’fan Rozaka menjadi salah satu contoh bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjalanan. Dengan ketekunan, keberanian mencoba, dukungan lingkungan akademik, serta kemauan untuk terus belajar, seorang mahasiswa dapat mengubah kegagalan menjadi pijakan menuju kesempatan yang lebih besar.
Kini, bersama 258 lulusan FIK UPNVJ lainnya, Dhi’fan menjadi bagian dari generasi baru talenta digital yang diharapkan mampu membawa nama baik almamater sekaligus memberikan kontribusi bagi Indonesia.
FIK UPNVJ -Unggul, Inovatif, Berdampak.
Salam Bela Negara!
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta





