FIK UPNVJ – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) memasuki babak baru melalui teknologi AI Agent yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan serangkaian tugas secara mandiri. Teknologi ini berpotensi mengubah pola kerja, dunia pendidikan, hingga layanan digital.

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan, menghasilkan teks, dan membantu pencarian informasi, kini teknologi tersebut mulai berkembang menjadi sistem yang mampu merencanakan serta menjalankan berbagai tugas melalui pendekatan yang dikenal sebagai AI Agent.

AI Agent merupakan sistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk memahami tujuan pengguna, menentukan langkah penyelesaian, menggunakan perangkat atau aplikasi tertentu, serta mengevaluasi hasil pekerjaannya. Dengan kemampuan tersebut, AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu percakapan, tetapi dapat berperan sebagai asisten digital yang menjalankan alur kerja tertentu.

Perkembangan ini terlihat dari inovasi industri teknologi. Pada 7 Oktober 2026, Cisco memperkenalkan sejumlah pengalaman kolaborasi berbasis agentic AI melalui platform Webex. Inovasi tersebut mengintegrasikan manusia, asisten digital, dan konteks pekerjaan perusahaan untuk mendukung kolaborasi serta penyelesaian tugas.

Cisco Investor Relations

Dalam dunia pendidikan tinggi, teknologi AI Agent memiliki potensi penerapan yang luas. Misalnya, membantu pengelolaan administrasi akademik, mendukung pencarian literatur ilmiah, mengorganisasi dokumen penelitian, hingga membantu analisis data. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pengawasan manusia, khususnya untuk memastikan ketepatan informasi dan keamanan data.

Bagi mahasiswa bidang komputasi, perkembangan ini juga membuka peluang untuk mempelajari teknologi seperti Large Language Models (LLM), pemrosesan bahasa alami, integrasi API, sistem multi-agent, dan otomatisasi proses bisnis.

Meski demikian, AI Agent bukan berarti dapat menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Sistem ini masih memiliki keterbatasan dalam memahami konteks, mengambil keputusan yang membutuhkan pertimbangan etis, serta memastikan kebenaran informasi yang dihasilkan.

Oleh karena itu, kemampuan manusia dalam berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan memahami teknologi tetap menjadi faktor penting.

Perkembangan AI Agent menunjukkan bahwa masa depan komputasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mesin memproses informasi, tetapi juga bagaimana manusia merancang sistem cerdas yang aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salam Bela Negara !
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta

Informasi lainnya dapat dilihat pada web UPNVJ

Share