Jakarta, 1 September 2026 – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Teknologi yang berkembang begitu cepat tersebut tidak lagi hanya digunakan oleh generasi muda, mahasiswa, atau kalangan yang bekerja di bidang teknologi. Masyarakat dari berbagai kelompok usia pun mulai membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkannya. Melihat kebutuhan tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) bersama Perkumpulan Warga Kavling Pangkalan Jati (PWKPJ) menghadirkan kegiatan AI Empowerment bagi masyarakat.

Mengusung tema “Memanfaatkan AI, Memberdayakan Diri, Menggapai Masa Depan”, kegiatan yang berlangsung pada 1 September 2026 di Ruang Rapat FIK UPN Veteran Jakarta ini menjadi bagian dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FIK UPNVJ dengan PWKPJ. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi warga untuk mengenal teknologi AI, tetapi juga menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan masyarakat di sekitar kampus.

Kolaborasi tersebut berawal dari kedekatan FIK UPNVJ dengan masyarakat sekitar kampus. Laksma. (Purn.) Dr. Dwi Nugroho, M.Sc., mantan Dekan FIK UPN Veteran Jakarta sekaligus warga Pangkalan Jati, turut menyampaikan aspirasi warga yang ingin belajar AI. Keinginan tersebut kemudian disambut FIK UPNVJ dengan menghadirkan program AI Empowerment sebagai ruang belajar teknologi bagi masyarakat.

Dekan FIK UPN Veteran Jakarta, Prof. Dr. Ir. Supriyanto, S.T., M.Sc., IPM., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program UPNVJ Territory Community (UTC), yakni program pengabdian kepada masyarakat bagi warga di sekitar kampus. Pangkalan Jati menjadi salah satu mitra yang memiliki kedekatan khusus dengan UPN Veteran Jakarta karena kawasan tersebut berada di sekitar lingkungan kampus.

Menurut Dekan, keinginan warga untuk belajar AI menunjukkan bahwa masyarakat tidak ingin tertinggal di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Masyarakat menyadari bahwa kehidupan saat ini telah memasuki era AI dan mereka membutuhkan kesempatan untuk mengenal teknologi tersebut secara langsung.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin menarik karena sebagian warga yang mengikuti kegiatan merupakan orang tua. Mereka sebenarnya memiliki anak dan cucu yang telah lebih dahulu mengenal AI, tetapi belajar teknologi secara mandiri atau meminta pendampingan dari anggota keluarga tidak selalu mudah. Kehadiran FIK UPNVJ kemudian memberikan ruang belajar yang lebih terarah, sehingga warga dapat mencoba AI secara langsung dengan pendampingan.

Dalam kegiatan tersebut, AI diperkenalkan dengan pendekatan yang praktis dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Dengan menggunakan telepon genggam yang sudah dimiliki warga, peserta dapat mencoba berbagai pemanfaatan AI generatif, seperti membuat gambar dan desain, menyusun surat, mencari informasi, serta membantu menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama.

Bagi FIK UPNVJ, kemampuan tersebut bukan sekadar persoalan mengikuti tren teknologi. AI dapat menjadi alat pemberdayaan ketika masyarakat mampu memahami cara menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas. Karena itu, pelatihan diarahkan agar warga tidak hanya mengetahui apa itu AI, tetapi juga mampu melihat manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sebagai fakultas yang memiliki kompetensi di bidang ilmu komputer, FIK UPNVJ berupaya menghadirkan bentuk pengabdian yang sesuai dengan bidang keilmuan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam konteks saat ini, literasi dan pemanfaatan AI menjadi salah satu kebutuhan yang semakin relevan.

Program AI Empowerment juga tidak dirancang berhenti dalam satu kali pertemuan. FIK UPNVJ bersama PWKPJ merencanakan empat kali pertemuan, sehingga warga dapat mempelajari AI secara bertahap dan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mempraktikkannya. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kepercayaan diri warga dalam menggunakan teknologi AI secara produktif dan bertanggung jawab.

Ketua PWKPJ, Bapak Rahimullah, turut menjadi bagian penting dalam terbangunnya kolaborasi antara masyarakat Pangkalan Jati dan FIK UPNVJ. Melalui PKS yang telah dibangun, hubungan antara kedua pihak diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas.

Kolaborasi FIK UPNVJ dan PWKPJ juga tidak akan berhenti pada kegiatan pelatihan. Jejaring masyarakat yang dimiliki PWKPJ membuka peluang bagi dosen FIK untuk mengembangkan berbagai persoalan di lapangan menjadi objek riset dan penelitian. Dari sinilah kerja sama diharapkan berkembang menuju penelitian bersama dan pengajuan proposal hibah, sehingga kebutuhan masyarakat tidak hanya menjadi bahan pengabdian, tetapi juga dapat melahirkan riset yang menghasilkan solusi dan inovasi yang memberikan dampak nyata.

Peluang tersebut semakin terbuka dengan keterlibatan kelompok riset Artificial Intelligence dan Database FIK UPNVJ dalam mengembangkan keberlanjutan kolaborasi. Kelompok riset ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kompetensi akademik dosen, sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan nyata yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda penelitian.

Dengan demikian, satu kegiatan sederhana berupa pelatihan AI berpotensi berkembang menjadi ekosistem kolaborasi yang lebih luas. Masyarakat dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai persoalan nyata di lapangan, sementara perguruan tinggi membawa kapasitas akademik, metodologi penelitian, dan teknologi untuk bersama-sama mencari solusi.

Bagi FIK UPNVJ, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dampak perguruan tinggi. Kampus tidak hanya menjadi tempat ilmu pengetahuan dikembangkan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menghadapi perubahan teknologi dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekitar.

Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu memiliki kemampuan untuk memahami, memilih, dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan. AI Empowerment diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih adaptif terhadap transformasi digital sekaligus mampu menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, kolaborasi FIK UPNVJ dan PWKPJ bukan hanya tentang mengajarkan masyarakat menggunakan AI. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Dari ruang pelatihan, lahir peluang kolaborasi; dari persoalan masyarakat, terbuka potensi penelitian; dan dari penelitian, diharapkan hadir inovasi yang memberikan dampak nyata.

Dari Pangkalan Jati, FIK UPNVJ membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar teknologi, memberdayakan diri, dan bersama-sama menyiapkan masa depan di tengah era kecerdasan buatan.

Salam Bela Negara !
Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta

Share