FIK-UPNVJ, JAKARTA, 14 JUNI 2026 – Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Aktivitas belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga bertransaksi kini dilakukan melalui perangkat digital yang terhubung dengan internet. Di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang perlu dipahami oleh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

Jika dahulu ancaman terhadap bangsa identik dengan agresi militer atau konflik fisik, saat ini ancaman dapat hadir melalui ruang digital. Penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, penipuan daring, peretasan data, hingga manipulasi informasi menjadi persoalan yang semakin sering terjadi. Dampaknya tidak hanya merugikan individu, tetapi juga dapat mengganggu persatuan dan stabilitas kehidupan berbangsa.

Dalam konteks inilah makna bela negara mengalami perkembangan. Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kontribusi positif dalam menjaga ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan tersebut. Sebagai kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi, mahasiswa dan pelajar diharapkan mampu menjadi agen literasi digital. Setiap individu perlu membiasakan diri untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghormati etika dalam berkomunikasi di media sosial, serta menjaga keamanan data pribadi dari berbagai bentuk penyalahgunaan.

Selain itu, perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru. AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat proses pembelajaran, dan mendukung inovasi di berbagai bidang. Namun pemanfaatannya harus tetap memperhatikan aspek etika, tanggung jawab, dan kepentingan masyarakat luas. Teknologi yang canggih harus digunakan untuk memberikan manfaat, bukan menimbulkan kerugian.

Sebagai Kampus Bela Negara, UPN Veteran Jakarta memandang bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Semangat bela negara dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, integritas, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Bela negara di era digital dapat dimulai dari tindakan sederhana. Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menjaga etika komunikasi di dunia maya, memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif, serta terus meningkatkan kompetensi diri merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan oleh setiap warga negara.

Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi. Dengan semangat bela negara, generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan digital, dan mendorong kemajuan bangsa di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Melalui pendidikan, literasi digital, dan penguatan karakter kebangsaan, kita dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Karena pada akhirnya, menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan di perbatasan negara, tetapi juga melalui setiap tindakan positif yang kita lakukan di ruang digital.

Humas Fakultas Ilmu Komputer
UPN “Veteran” Jakarta

Informasi lainnya dapat dilihat pada web UPNVJ.

Share