FIK UPNVJ – Desa Rawapanjang, Kabupaten Bogor, kini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi bisa mengubah cara remaja berkreasi. Sebanyak 40 remaja putri mengikuti pelatihan bertajuk “Cerdas Digital dan Kreatif Bersama Artificial Intelligence” yang digelar oleh dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), terdiri dari M. Bayu Wibisono, Ruth Mariana Bunga Wadu dan Rio Wirawan. Pelatihan bertujuan mengubah kebiasaan remaja dalam penggunaan smartphone dari sekadar hiburan menjadi sarana produktif untuk menciptakan konten digital. Acara berlangsung pada 2 Agustus 2026 bekerja sama dengan organisasi Perempuan Muslimah Salima untuk wilayah Rawapanjang.

Pelatihan dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ketua Penguruas Ranting Salimah Rawapanjang, Yeni Sayuti selaku pemrakarsa pelatihan remaja putri dengan menjelaskan pentingnya peran perempuan dalam Keluarga khususnya generasi muda, remaja putri.
Selanjutnya sesi pelatihan pokok, pertama dipandu oleh M. Bayu Wibisono, yang menjelaskan perbedaan antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan. Sementara Rio Wirawan memandu sesi interaktif Role-Play AI, memperlihatkan bagaimana sistem mengenali pola dan menghasilkan prediksi melalui prompt yang diketik peserta.
“Kami berharap, remaja putri tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga pencipta konten digital yang beretika,” ujar Bayu Wibisono, dosen UPNVJ sekaligus ketua tim pengabdi.
Acara dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gambar dan animasi melalui prompt sederhana yang langsung dipraktekkan oleh peserta. Hasil pelatihan selanjutnya dievaluasi, baik secara teori maupun praktek.
Hasil pelatihan terhadap 40 peserta menunjukkan peningkatan luar biasa:
- 95% peserta memahami cara kerja AI sementara 72% peserta dapat keterampilan membuat konten digital menggunakan Meta AI dan Canva sementara 20% peserta mengalami kendala teknis akibat keterbatasan perangkat.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan pelatihan sebelumnya dalam menanamkan nilai etika digital dan kesadaran akan keamanan data pribadi. Para peserta kini memahami pentingnya menjaga privasi, menghindari hoaks, dan memberi atribusi yang benar pada karya digital.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdi merekomendasikan dua langkah strategis, yaitu program:
- Peer-Mentoring Hub — membentuk kelompok “AI Digital Champions” dari peserta terbaik untuk menjadi mentor sebaya.
- Pelatihan Prompt Engineering — untuk mengajarkan teknik pembuatan aset digital profesional dan mitigasi bias algoritma.
Dengan semangat “Dari Desa, Untuk Dunia”, Desa Rawapanjang dan Pra Salima Rawapanjang kini menjadi simbol pemberdayaan perempuan muda di era digital.
Penulis : M. Bayu Wibisono.
